Showing posts with label keperawatan kritis. Show all posts
Showing posts with label keperawatan kritis. Show all posts

Tuesday, January 13, 2015

Penanganan Bencana Alam

Bencana  terjadi setiap saat, dengan rangkaian mata rantai terakhir berupa kerugian moril, materiil, begitu juga banyaknya korban akibat bencana tersebut. Kehilangan anggot
Untuk dapat mengurangi jumlah korban jiwa manusia akibat bencana ini perlu adanya usaha pertolongan medik darurat (pra-rumah sakit dan atau di rumah sakit) yang melibatkan berbagai unsur kesehatan dari berbagai instansi pemerintah maupun swasta secara terpadu dan terintegrasi. Sehingga diperlukan adanya suatu upaya kesiapsiagaan dan kewaspadaan dalam memberikan pertolongan medik darurat terutama di rumah sakit (Hospital disaster Planning).
a keluarga, kehilangan sumber pencaharian, kehilangan rumah, mobil, bahkan kehilangan nyawa, belum lagi gangguan psikologis akibat trauma yang ditimbulkan bencana tersebut.
Bencana adalah suatu peristiwa yang terjadi secara mendadak atau secara berlanjut yang menimbulkan dampak terhadap pola kehidupan yang normal atau kerusakan ekosistem sehingga diperlukan tindakan darurat dan luar biasa untuk menolong dan menyelamatkan manusia beserta lingkungannya.

PENGELOLAAN SDM
Pengelolaan sumberdaya penanggulangan insiden yang meliputi hal-hal sebagi berikut:
1.    Kesiapan Sebelum Penugasan
2.    Prosedur Penugasan
3.    Prosedur Demobilisasi

1.    Kesiapan Sebelum Penugasan
  • Persiapkan diri sebelum ada penugasan.
  • Ikuti pelatihan-pelatihan yang diperlukan.
  • Mengenali posisi apa yang akan anda tempati dalam organisasi penanggulangan insiden, akan membantu dalam persiapan.
  • Pekerjaan mungkin memerlukan komputer lap top dan software, printer, disket, CD, dan sebagainya. Diharapkan memiliki daftar periksa / Checklist untuk semua kebutuhan yang diperlukan ini.
  • Sebuah “Go Kit” sebelumnya akan menghemat waktu antara pengerahan dan check in.
Go Kit anda diharapkan terdiri dari barang-barang yang akan anda perlukan dalam setiap insiden:
  • Tanda pengenal
  • Pena, pensil, spidol
  • Kertas
  • Formulir-formulir ICS dan lainnya
  • Kebijakan, prosedur, dan instruksi yang akan diperlukan dalam penanganan insiden
  • Peta/tataletak
  • Selotip dan paku tancap
  • Clipboard
Beberapa barang-barang keperluan pribadi yang juga perlu dimasukkan dalam Go Kit anda diantaranya adalah sebagai berikut:
  • Satu atau lebih pakaian ganti (termasuk sepatu), khususnya jika anda akan dikerahkan beberapa periode waktu.
  • Pakaian dalam
  • Jaket
  • Lampu senter
  • Obat-obatan
  • Makanan ringan
  • Bacaan dan radio tape player untuk pengisi waktu istirahat.

2.    Prosedur Penugasan
Cari atasan langsung anda untuk mendapatkan informasi penting untuk melakukan pekerjaan anda:
  • Apa status terkini?
  • Apa tanggung jawab kerja anda yang khusus
  • Kapan anda harus melapor dan dimana?
  • Apa penugasan anda?
  • Kepada siapa anda akan melapor (nama, jabatan)?
  • Berapa lama anda akan ditugaskan?
  • Apa peran anda? Apakah anda punya otoritas untuk mengambil keputusan? Apakah anda seorang Supervisor? Jika ya, berapa orang yang akan anda awasi?
  • Prosedur apa yang berlaku untuk menghubungi Supervisor anda sehari-hari?
  • Bagaimana keluarga anda dapat menghubungi anda bila dalam keadaan darurat?
  • Buat catatan selama briefing, khususnya bila anda memiliki bawahan yang juga perlu mendapatkan briefing dari anda.
  • Buat catatan terhadap kegiatan-kegiatan yang anda lakukan, yang mungkin akan diperlukan dikemudian hari.

3.    Prosedur Demobilisasi
  • Persiapkan diri sebelum ada penugasan.
  • Demobilisasi tidak hanya sekedar pulang ke rumah.
  • Semua pekerjaan yang sedang berlangsung harus sudah selesai, kecuali ada arahan lain.
  • Pastikan semua catatan dan dokumen anda sudah diperbaharui
  • Berikan penjelasan pada pengganti anda atau Supervisor anda tentang status dari semua pekerjaan
  • Berikan penjelasan pada bawahan anda dan perkenalkan pengganti anda, jika diperlukan.
  • Kembalikan atau alihkan semua peralatan yang menjadi tanggung jawab anda.
  • Ikuti prosedur check out yang berlaku sebelum meninggalkan lokasi

Saturday, January 10, 2015

Konsep & Manajemen Ruang Pediatric Intensive Care Unit (PICU)

DEFINISI :
Pediatric Intensif Care Unit adalah suatu unit perawatan yang merawat penderita anak ( umur 29 hari s.d 14 tahun ),dalam keadaan gawat atau sakit berat yang  Sewaktu-waktu dapat meninggal dan masih mempunyai harapan untuk sembuh apabila dirawat secara intensif.

TUJUAN   :
Untuk memberikan pelayanan / perawatan yang optimum untuk bayi dan anak dimana keadaan sewaktu-waktu dapat meninggal     ( Critically ill ).

SDM  :
1.     Dokter  : Dokter Konsulen Spesialis Anak, Dokter PPDS yang sedang mengambil  Spesialis Anak,
2.     Perawat  yang mempunyai keterampilan khusus / telah pelatihan Intensive Care Unit

FASILITAS DAN PERALATAN DI RUANG PICU :

A.    FASILITAS TEMPAT TIDUR DAN RUANGAN :

1.    Kapasitas TT idealnya 1 – 2 % dari kapasitas TT anak di RS
2.    Ideal ruangan Pediatric Intensif Care dekat dengan R.Resusitasi   ( EMG Anak ), kamar operasi  dan Recovery Room.
3.    Suhu kamar diatur oleh AC kira-kira 22 0C
4.    Ruangan harus area “ Clean Zone “ à mencegah infeksi nosokomial
5.    Dilengkapi dengan fasilitas khusus, spt: Lab sendiri
6.    Setiap TT dilengkapi dengan out let O2, Vacum Compressed air dan soket-soket listrik untuk monitoring dan Radiologi
7.    Personil yang bertugas dan pengunjung pasien harus memakai sandal khusus dan baju khusus
8.    Sebaiknya TT dipisahkan oleh dinding kaca untuk pasien isolasi
 
B.PERALATAN KHUSUS :
1.    Ventilator  (Servo 900, Servo 300, Servo I, Baby Log / Baby bear )
2.    Monitoring : EKG, Nadi, RR,TD,Suhu badan,Sat O2
3.    Defibrilator
4.    O2 Analyzer
5.    Infus pump, Syringe pump
6.    Alat EKG, Ro. Foto portable
7.    CVP Set , alat Vena sectie, Intra oseus
8.    Alat ganti balutan
9.    Emergency Trolley : berisi obat-obatan dan alat resusitasi
10.    Tracheostomy set
11.    Lemari es untuk menyimpan obat-obatan
12.    Lemari obat-obatan
13.    Lemari untuk alat tenun

INDIKASI PASIEN DIRAWAT DI PEDIATRIC INTENSIF CARE UNIT :
1.    Penderita dengan penyakit akut, dalam keadaan gawat yang sewaktu-waktu dapat meninggal       ( Critically ill ) dan mempunyai harapan untuk disembuhkan/ dikembalikan pada keadaan semula tanpa gejala sisa yang bearti        ( Recoverable ) :
  •     Gawat darurat jantung
  •     Gawat darurat paru
  •     Gawat darurat Otak
  •     Gawat darurat Homeostasis :
        - Gagal sirkulasi
        - Electrolit imbalance
        - GGA
        - Diabetik Keto Asidosis ( KAD )
  • Gawat darurat khusus à Status konvulsivus
2.  Penderita yang perlu pemantauan khusus
  • Penderita yang mendapatkan obat-obatan yang perlu titrasi
  • enderita post operasi besar dengan kecenderungan gagal nafas atau gagal jantung
3.Pertimbangan Khusus

ALUR MASUK KLIEN KE R. PICU :
  1. Ruang perawatan anak
  2. Emergency anak / R.Resusitasi
  3. OK
  4. Recovery Room
  5. Rumah Sakit Lain

PERAN PERAWAT PADA KEGAWATAN PEDIATRIC :
1.    PHISICAL CARE OF THE CHILD LIFE SUPPORT
2.    EMOTIONAL SUPPORT
3.    FAMILLY SUPPORT

PHISICAL CARE OF THE CHILD
1.    Memonitor :      - Cardiac
              - Respiratory
              - Blood Pressure
2.     Memonitor / menginterpretasi perubahan EKG
3.     Suctioning  Endotracheal
4.     Pemberian & monitoring O2
5.     Perawatan Tracheostomy
6.     Manajemen Ventilator
7.    Monitoring CVP
8.    Monitoring Intra Cranial Pressure
9.    Memonitor hasil AGD
10.    Monitoring Hiperalimentasi à TPN
11.    Pengumpulan / pengambilan bahan-bahan pemeriksaan à Tindakan
12.    Perawatan WSD

LIFE SUPPORT LAINNYA :
a.    Cardio Pulmonary system
b.    Respiratory Manajemen
c.    Observasi tanda-tanda Neurorogi
d.    Pengkajian dan manajemen cairan dan nutrisi
e.    Observasi komplikasi / perubahan kondisi klien

Note : Remember !
@ Physician à Nurse Interaction in the Pediatric Intensif Care Unit
@ Physician – Nurse à Are Both Colleagues
( Holbrook P.1993. Texbook of Pediatric Critical Care. WB Saunders Company, Philadelphia )

THE PEDIATRIC CRITICAL CARE NURSE MUST BE KNOWLEDGEABLE ABOUT :
1.    Clinical Assesment
2.    Hemodynamic Monitoring
3.    Physiologi
4.    Pathophysiologi
5.    Pharmacology
6.    Mechanical Support of Cardiopulmonary and Renal Function
7.    Understanding : Pediatric Nutrition
8.    Fluid and Electrolyte balance
9.    Normal Growth & Development and Psychosocial Support of the Child and Familly
 Nurse take pride in having Responsibillity for :
a.    Extremelly ill patients
b.    Knowing that the skill of the nurse and the nurse Observations
c.    Knowledge
d.    Support can contributte to the patient’s survival and Recovery
( R. Holbrook Peter. 1993. texbook of Pediatric Critical care.WB Saunders Company : Philadelphia )

PERAN PEDIATRIC NURSING :
1.    Family Advocate
à    Menyadarkan keluarga untuk dapat menerima pelayanan kesehatan
à    Memberi informasi
à    Sebagai child advocate
2.    Mencegah penyakit & meningkatkan kesehatan
3.    Health Teaching
4.    Support / counseling
5.    Therapeutic Role
6.    Coordinasi / Collaborasi
7.    Ethical decision making

STANDARD OF MATERNAL AND CHILD HEALTH NURSING PRACTISE :

STANDAR    URAIAN   
 
STANDAR  I   
Nurse membantu anak & keluarga untuk mencapai dan     mempertahankan tingkat kesehatan secara optimal.      
STANDAR II   
Nurse membantu keluarga untuk dapat mencapai dan    mempertahankan keseimbangan antara kebutuhan pertumbuhan personal anggota dari keluarga & fungsi optimal keluarga       
STANDAR III   
Nurse melakukan intervensi pada anak & keluarga yg mempunyai resiko tinggi       
STANDAR IV   
Nurse berupaya untuk meningkatkan kondisi lingkungan agar terbebas dari Bahaya-bahaya sehingga dapat tumbuh ,berkembang, wellness dan sembuh  dari  penyakit.      
STANDAR V   
Nurse menanggulangi perubahan-perubahan dalam status kesehatan & terjadi  pergeseran-pergeseran dari perkembangan yang optimal      
STANDAR VI     
Nurse memberikan intervensi & pengobatan yang sesuai untuk tetap mampu melangsungkan hidupnya dan sembuh dari penyakit.      
STANDAR VII   
Nurse membantu klien & klg agar dapat memahami ,mengatasi situasi traumatik yang dialami selama sakit.      
STANDAR VIII   
Nurse secara aktif meneruskan strategi untuk tetap menggunakan   pelayanan  kesehatan secara adequate      
STANDAR IX     
Nurse harus memperbaiki praktek keperawatan anak melalui Evaluasi,  Pendidikan dan penelitian    





Tuesday, December 16, 2014

TEKNIK MENGHENTIKAN PERDARAHAN


A.    Pengertian
Perdarahan adalah keluarnya darah dari pembuluh darah. Jumlahnya dapat bermacam-macam
Kehilangan darah bisa disebabkan perdarahan internal dan eksternal. Perdarahan internal lebih sulit diidentifikasi. Jika pembuluh darah terluka maka akan segera terjadi kontriksi dinding pembuluh darah sehingga hilangnya darah dapat berkurang. Platelet mulai menempel pada tepi yang kasar sampai terbentuk sumbatan. Bekuan mulai terbentuk dalam waktu 1-2 menit. Dalam waktu 3-6 menit, bekuan sudah mengisi pembuluh darah dan menghambat aliran darah.
B.    Tipe Perdarahan
Ada tiga  tipe perdarahan, yaitu :
1.    Arterial
Pada perdarahan arterial ini darah tampak keluar menyemprot / memancar, dan berwarna merah segar
2.    Pembuluh darah balik (venous). Pada perdarahan “venous”, darah keluar mengalir dan berwarna kehitaman / agak gelap.
3.    Kapiler
Sedangkan perdarahan kapiler, darah keluar merembes (perdarahan sedikit) dan berwarna merah segar.
C.    Tindakan Mengatasi Perdarahan
Secara umum tindakan untuk mengatasi perdarahan adalah dengan :
1.    Lakukan penekanan langsung diatas perdarahan/luka
2.     lakukan penekanan diatas tempat tertentu, kalau tindakan yang pertama tidak berhasil.
3.    pasang tourniquet hanya pada lokasi tertentu (perdarahan arteri yang tidak teratasi dan massif)
a.    gunakan manset atau balutan segitiga yang besar yang dililitkan 6-8 kali
b.    jangan melepas tourniquet
c. buat satu tanda pada pasien yang menjelaskan lokasi tourniquet dan lamanya pemasangan
, mulai dengan sedikit sampai yang dapat menyebabkan kematian. Hanya henti nafas (respiratory arrest)
mempunyai prioritas penanggulangan lebih dulu dari pada perdarahan yang masif. Luka robekan pada pembuluh darah besar di leher, tangan dan paha dapat menyebabkan kematian dalam satu
 (1) sampai (3)tiga menit. Sedangkan perdarahan dari aorta atau vena cava dapat menyebabkan kematian dalam tiga puluh (30) detik.