Showing posts with label healthy life. Show all posts
Showing posts with label healthy life. Show all posts

Tuesday, January 06, 2015

Singkong si umbi ajaib : Manfaat dan Kandungannya


Singkong : Manihot esculenta Crantz
Nama lokal : Ubi kayu, singkong, ketela pohon, pohong, sampeu
Tanaman singkong adalah tanaman yang sangat populer dunia. Nigeria merupakan produsen singkong  terbesar di dunia. Akar singkong salah satu sumber terbesar karbohidrat di dunia. Singkong dapat diklasifikasikan sebagai singkong yang dapat dimakan atau beracun. 

Singkong ditanam secara komersial di wilayah Indonesia (waktu itu Hindia Belanda) pada sekitar tahun 1810, setelah sebelumnya diperkenalkan orang Portugis pada abad ke-16 ke Nusantara dari Brasil. Berbagai olahan makanan dengan bahan dasar singkong mulai bermunculan, seperti tape, keripik dan roti.

Berikut ini kandungan nutrisi dari singkong dan manfaatnya bagi kesehatan tubuh kita:

1. Sumber Karbohidrat
Dilansir dari Nutrition and You, singkong memiliki jumlah kalori dua kali lipat dibandingkan kentang. Maka tak salah jika singkong menjadi salah satu makanan pokok sebagai sumber karbohidrat. Dalam 100 gram singkong, mengandung 160 kalori, sebagian besar terdiri dari sukrosa.

2. Protein Tinggi
Singkong lebih rendah lemak dibandingkan sereal dan kacang-kacangan. Walaupun begitu, singkong memiliki kandungan protein yang tinggi dibandingkan ubi, kentang dan pisang.

3. Vitamin K
Singkong kaya akan vitamin K yang memiliki peran dalam membangun masa tulang. Sehingga konsumsi singkong dapat menurunkan risiko osteoporosis. Selain itu, vitamin K akan melindungi dan berperan penting dalam pengobatan pasien Alzheimer dengan membatasi kerusakan saraf di otak.

4. Vitamin B kompleks
Umbi yang lezat ini merupakan sumber dari vitamin B kompleks dan kelompok vitamin seperti folates, thiamin, piridoksin (vitamin B-6), riboflavin, dan asam pantotenat. Riboflavin berperan dalam pertumbuhan tubuh dan memproduksi sel darah merah untuk mengurangi anemia.

5. Mineral penting
Singkong merupakan sumber mineral yang penting bag tubuh, antara lain seng, magnesium, tembaga, besi, dan mangan. Selain itu, singkong memiliki jumlah kalium yang cukup sebagai komponen penting pembentukan sel tubuh dan mengatur tekanan darah.

Sebuah penelitian seperti dilansir Affleap menunjukkan manfaat singkong sebagai penurun kadar kolesterol jahat dalam darah.

6. Sumber Serat
Tidak hanya itu, singkong juga dapat menurunkan kadar trigliserida dan menjadi sumber serat yang bagus. Tak heran jika singkong dapat menurunkan risiko penyakit jantung, stroke, kanker usus besar dan membantu mengendalikan diabetes. Dengan catatan, singkong diolah dengan cara kukus atau rebus.

Menurut seorang pakar tanaman obat, Prof. Hembing Wijayakusuma manfaat singkong untuk menjaga kesehatan adalah sebagai antitumor, antioksidan, antikanker dan menambah nafsu makan.

Dalam penelitian lain, zat yang terkandungan pada daun singkong terdapat zat cuprofilin yang berguna untuk membantu menurunkan kolesterol dalam darah. serta mencegah penyakit aterosklerois yaitu terjadinya timbunan lemak di pembuluh darah.

Kandungan gizi dalam singkong
  • Vitamin B1 ( thiamin)
  • Vitamin B2 ( riboflavin )
  • Vitamin B3 ( niacin )
  • Vitamin B5 ( pantothenic acid )
  • Vitamin B6 ( pyridoxine )
  • Vitamin B9 ( folat dan asam folat)
  • Vitamin B 17 (amygdalin)
  • Vitamin C, mencegah sel dari kerusakan, meningkatkan kesehatan gusi, meningkatkan kesehatan gigi, meningkatkan penyembuhan luka, meningkatkan kekebalan tubuh, melindungi radikal bebas, menghambat penuaan, menurunkan resiko kanker, meningkatkan zat besi, meningkatkan kesehatan paru dan mencegah pilek.
  • Vitamin E, A, dan K
  • Karbohidrat
  • Protein
  • Kalori
  • Tembaga
  • Gula alam
  • Lemak alami
  • Omega 3
  • Asam lemak
  • Kalsium dan zat besi
  • Magnesium, fosfor, kalium, nutrium dan seng.
Singkong juga bisa sebagai anti kanker, hal ini dialami oleh Dr. Cynthia Jayasuriya, menurutnya :
Ini pengalaman saya sendiri, sembuh dari kanker dengan singkong. Semoga pengalaman ini bermanfaat untuk banyak orang. Pada saat sedang dirawat karena kanker, saya ingin tahu jenis makanan rutin kami yang mengandung vitamin B17. Ternyata vitamin B17 ada dalam singkong.
Jadi saya makan singkong 10 gram tiga kali sehari.
Setelah dikonsumsi selama 1 bulan, saya melakukan pemeriksaan kandung kemih yang dilakukan oleh doker yang menangani kanker saya. Beliau terkejut karena kandung kemih saya benar-benar bersih dan normal.
Selama makan singkong, saya merasa sangat fit dan orang lainpun melihat saya sangat sehat.
Setelah itu setiap tiga bulan saya periksa dan hasilnya tetap bersih. Sejak itu saya hanya makan singkong dan tidak menjalani pengobatan lainnya.
Secara sederhana, cara kerja singkong sbb:
Nama ilmiah vitamin B17 adalah Amygdaline. Sel kanker adalah sel yang belum matang dan memiliki enzym yang berbeda dengan enzym normal.
Ketika vitamin B17 digabungkan dengan enzyme sel normal, B17 akan terurai menjadi 3jenis gula.
Tetapi ketika tergabung dengan enzyme sel kanker, B17 terurai menjadi:
1 gula,
1 benzaldehida dan
1 asam hidrosianik.
Asam hidrosianik inilah yang membunuh sel kanker secara lokal.
Singkong mengandung vitamin B17.
Setelah saya menulis artikel sebelumnya pada tahun 2010, saya menerima beberapa informasi dari pasien kanker yang juga mengkonsumsi singkong.
Mr. Pereira, pria berusia 70 tahun, terdiagnosis mengidap kanker prostat. Istrinya yang seorang pensiunan di rumah sakit kebetulan membaca artikel saya.
Mereka tidak punya dana untuk biaya pengobatan kanker dan suntikan yang diberikan membuat Mr. Pereira sangat lemah, maka Istrinya memberikan singkong kepada Mr. Pereira.
Setelah mengkonsumsi singkong selama seminggu, kondisinya mulai membaik. Dan setelah sebulan emakan singkong setiap pagi, dia menjalani pemeriksaan.
Sejak terdiagnosis kanker, hasil test PSA nya 280 – 290. Tetapi setelah sebulan PSA nyamenjadi 5.89!
Mereka mengunjungi saya untuk memperlihatkan hasil test sebelum dan sesudah mengkonsumsi singkong. Mr. Pereira sudah tidak merasakan lagi gejala kanker.
Ada seorang pria lain yang mengidap kanker hati dan sudah menjalani operasi. Tapi darihasil MRI scan berikutnya, ternyata masih ada sel kanker yang belum terangkat.
Dia mulai makan singkong setelah oprasi. Sebulan setelah makan singkong, dokter mengatakan tidak perlu dilakukan operasi lagi karena dari MRI scan, sel kanker itu tidak membesar.
Jadi kenapa tidak mencoba singkong? Singkong murah, mudah didapat, mudah memasaknya dan sangat lezat. (bersyukurlah kita yg tinggal di Indonesia, singkong dimana2 ada, yg penting kita percaya atau tidak, disitulah obatnya)
Caranya sangat mudah:
1. Pilih singkong yang segar, yang tidak ada noda biru.
2. Rebus dan jangan tutup panci selama memasak. Ini akan membantu menguapkan kelebihan asam midrosianik.
3. Jangan mengkonsumsi makanan yang mengandung jahe/ginger, seperti biskuit jahe, ginger beer, ginger ale sedikitnya 8 jam setelah mengkonsumi singkong.
4. jangan mengolah singkong rebus dengan campuran air kelapa karena dapat bersifat racun.
Kita harus tahu bagaimana cara mengolah Singkong dengan tepat. Jika pengolahan Sayur Singkong tidak benar, mungkin menyebabkan timbulnya penyakit yang disebut Konzo (meski jarang ditemukan). Konzo atau Mantakassa merupakan penyakit lumpuh epidemi biasanya disebabkan oleh proses pengolahan yang tidak cukup pada Singkong pahit.

Wednesday, December 10, 2014

DEMAM BERDARAH PENCEGAHAN DAN PENANGGULANGANNYA






Apa Itu Demam Berdarah ?
Demam berdarah adalah penyakit yang disebabkan      oleh virus dengue yang masuk ke dalam tubuh  melalui gigitan nyamuk aedes aegypti  (betina)
Bagaimana Gejala Awal dari Penyakit Demam berdarah ?
    Demam tinggi 2 – 7 hari disertai mengigil
    Mual  dan muntah
    Pegal – pegal pada seluruh badan
    Perdarahan di bawah kulit
    Perdarahan lain ; batuk darah, muntah darah, berak darah dan kencingss darah

Apa tindakan Anda bila terkena penyakit demam berdarah ?
    Beri penderita banyak minum / oralit
    Kompres dingin saat panas.
    Segera bawa penderita ke dokter atau pusat pelayanan kesehatan terdekat  untuk penanganan selanjutnya.
Tindakkan apa saja yang dilakukan bila penderita dirawat di rumah sakit ?
Penderita harus tirah baring atau istirahat total di tempat tidur
Penderita diberi diit makanan lunak
Penderita harus minum banyak (2-2,5 liter/24 jam) dapat berupa : susu, teh manis, sirup dan oralit. Pemberian cairan merupakan hal yang paling penting bagi penderita demam berdarah
Pengambilan sampel darah untuk pemeriksaan laboratorium (setiap hari darah penderita diambil untuk pemeriksaan Hb, HT dan trombosit)
Foto throkas (Rontgen)
Pemberian cairan intravena (infus)
Transfusi darah
Pemasangan NGT (bila terjadi perdarahan pada saluran cerna)
Pemberian therapi obat.

Yang Terpenting Adalah :
Penderita harus diberi banyak minum untuk mengganti cairan yang hilang dari tubuh akibat perdarahan atau keadaan lainnya (demam) untuk menghindari terjadinya syok yang dapat menyebabkan kematian mendadak.

Apa yang perlu  dilakukan untuk mencegah terjadinya penyakit demam berdarah ?
Tindakkan yang dilakukan adalah dengan memutuskan rantai siklus hidup nyamuk aedes aegypti pada fase nyamuk dewasa dan fase larva hidup. Dapat dilakukan dengan cara :
1. Memelihara lingkungan tetap bersih dan cukup sinar matahari.
2. Melakukan pemberantasan sarang nyamuk dengan cara :
    a. Menutup dan menguras tempat penampungan air setiap minggu agar bebas dari jentik nyamuk.
   b. Mengubur, membakar dan membuang kaleng bekas, botol bekas, tempurung dan sampah lain sehingga tidak menjadi tempat perindukkan  nyamuk aedes aegypti.
   c.  Rapikan halaman dan jangan biarkan semak – semak di halaman tak terurus.
   d.  Bersihkan selokan agar air dapat mengalir dengan lancar.
   e. Tidak membiarkan kain/baju – baju tergantung.
   f.  Lakukan penyemprotan nyamuk (bila memang diperlukan)



Monday, February 03, 2014

Kemampuan Penyembuhan Luka pada Aloevera (Lidah Buaya)



kompasiana


Aloe vera berperan mempercepat penyembuhan kerusakan jaringan epitel pada ulkus melalui (1) Penyediaan mikronutrien esential (2)Efek anti-inflamasi(3)Efek anti mikroba
(4)Merangsang fibroblas kulit. Dalam memahami aloe vera berkerja dan efeknya dalam penyembuahn luka, tindakan pertama yang penting dilakukan adalah mengetahui sifat-sifat fisik dan kimia yang dikandung oleh tumbuhan ini.
Enzim. Pada aloe vera terdapat enzim-enzim seperti karboksi peptidasedan protease inhibitor (bradikinase) yang bekerja mengganggu atau menginaktivasi bradikinin, yang berperan mengurangi pembengkakkan dan kemerahan pada peradangan.
Antrakuinon. Antrakuinon merupakan bahan iritan lokal pada saluran gastrointestinal. Antrakuinon mengandung bahan aktif antralinyang digunakan dalam pengobatan penyakit kulit tertentu.
Mineral. Magnesium laktat pada aloe vera bekerja menghambat histidin dekarboksilase dan mencegah pembentukan histamin dari asam amino dan histidin. Histamin dilepaskan pada reaksi alergi dan menyebabkan rasa gatal dan nyeri pada kulit. Dengan menghalangi produksi histamin, maka dapat menjelaskan efek pruritus dari  aloe vera.
Asam salisilat. Senyawa ini mempunyai sifat anti-inflamasi dan antibakteri. Secara topikal, asam salisilat mempunyai efek keratolitik yang membantu dalam membersihkan luka dari jaringan nekrosis.
Saponin. Substansi bersabun ini membentuk 3% dari gel dan merupakan pembersih yang mempunyai sifat antiseptik.
Lignin. Substansi ini membantu sediaan aloe vera topikal melalui kemampuan penetrasi tunggalnya untuk membawa bahan aktif lain sampai masuk jauh ke dalam kulit mencapai dermis.
Aloe vera juga memberikan pengaruh positif terhadap keseimbangan kandungan kolagen pada luka yang memiliki peran menguntungkan pada proses penyembuhan luka.

Sunday, February 02, 2014



AMAZING PLANT : ALOE VERA
Oleh : Marleni Sirevia

Botani Tumbuhan
Lidah buaya nama botaninya adalah Aloe vera, dengan famili Liliaceae kata orang tak kenal maka tidak cinta. Jika tidak kenal maka tidak ada gunanya. Aloe vera di tanam sebagai tanaman hias di rumah atau taman. Tumbuh di tempat yang berhawa panas.
Ciri-ciri tanaman Aloe vera :
1.Batang
Pendek, batang tidak tertutup oleh daun-daun yang rapat dan sebagian terbenam dalam tanah, herba ini mempunyai batang seperti pokok ubi keladi dengan ketinggian sampai 15 cm dan berdiameter 1 cm – 2 cm. Pada batang akan muncul anak/ tuntas. Batang Aloe vera bisa disetek untuk perbanyakan tanaman dari sisa tunggul yang sudah di pangkaspun akan muncul tunas.
2.Daun
Daun tanaman Aloe vera berwarna hijau, berkelompok-lompok kelabu, berbentuk pita dengan helaian yang memanjang berduri lembut di tepi daun, bersifat sukelen (banyak mengandung air) dan banyak mengandung lendir (gel) sebagai bahan obat sehingga daunnya tebal. Daun mencapai berat 0,5 – 1 kg, daun melingkar rapat disekeliling batang.
3.Bunga
Bunga aloe vera berwarna kuning atau kemerahan keluar dari ketiak daun, bunga panjangnya mencapai 1 meter.
4.Akar
Akar aloe vera berupa akar serabut yang pendek dan berada dipermukaan tanah, panjang 50 – 100 cm. Tanaman ini tumbuh pada tanah yang subur dan gembur.


Aloe vera mengandung beberapa jenis vitamin, zat galian, enzim dan antibiotik yang bermanfaat dalam bidang kesehatan antara :
-Mengobah sakit lemah buah pinggang
-Sakit perut/ gastrik -Tonik -Herba untuk wanita memperbaiki peranakan -Mengandung serat dan melambatkan rasa lapar (untuk diet)-Melicinkan kulit -Lendir kuning yang dikeringkan untuk pelawas -Obat kulit terkena air panas -Untuk Agar vera (bidang industri)


B.Metabolit Sekunder
Dewasa ini yang dimaksud senyawa organik bahan alam adalah terbatas pada senyawa-senyawa yang dikenal sebagai metabolit sekunder. Senyawa metabolit sekunder adalah senyawa-senyawa hasil metabolisme sekunder, yang tidak terdapat secara merata dalam makhluk hidup, dan ditemukan dalam jumlah yang sangat sedikit. Umumnya terdapat pada semua organ tumbuhan (terutama tumbuhan tinggi). Pada akar, kulit, batang, daun, bunga, buah, biji dan sedikit pada hewan.
Penggunaan tumbuhan sebagai obat, berkait dengan kandungan kimia yang terdapat dalam tumbuhan tersebut terutama zat bioaktif. Tanpa adanya suatu senyawa bioktif dalam tumbuhan, secara umum tumbuhan itu tidak dapat digunakan sebagai obat. Senyawa metabolit sekunder seperti alkaloid, flavonoid, steroid, terpenoid, saponin, dll.
Alkaloid termasuk senyawa organik bahan alam yang terbesar jumlahnya, baik dari segi jumlah senyawa maupun sebarannya dalam dunia tumbuhan. Alkohol menurut Winterstein dan trier didefinisikan sebagai senyawa yang bersifat basa, mengandung atom nitrogen berasal dari tumbuhan dan hewan. Harborne dan Turne (1984) mengungkapkan bahwa tidak satupun definisi alkoloid yang memuaskan, tetapai umumnya, alkaloid adalah senyawa metabolit sekunder yang bersifat basa, yang mengandung satu atau lebih nitrogen biasanya dalam cincin heterosiklik, dan bersifat aktif biologis menonjol.
Struktur alkaloid beraneka ragam dari yang sederhana sampai rumit dari efek biologisnya yang mengegarkan tubuh sampai toksik. Satu contoh yang sederhana, tetapai yang efeknya daalinya tridak sederhana adalah nikotina. Nikotoin dapat menyebabkan penyakit jantung, kanker paru-paru, kanker mulut, tekanan darah tinggi dan gangguan terhadap kehamilan dan janin.
Flavonoid adalah suatu kelompoj senyawa fenol yang terbanyak terdapat di alam. Senyawa-senyawa ini bertanggung jawab terhadap zat warna merah, unggu, biru, dan sebagaian zat warna kuning dalam tumbuhan. Semua flavonoid menurut strukturnya merupakan turunan senyawa induk “flavon” yakni nama sejenis flavonoid yang terbesar jumlahnya dan juga lazim ditemukan, yang terdapat terdapat berupa tepung putih pada tumbuhan primula.
Sebagian besar flavonoid yang pada tumbuhan terikat pada molekul gula sebagai glikosida dan dalam bentuk campuran, jarang sekali dijumpai berupa senyawa tunggal. Disamping itu sering ditemukan campuran yang terdiri dari flavonoid yang berbeda klas. Misalnya antosianin dalam mahkota bunga yang berwarna merah, hampir selalu disertai oleh flavon atau flavonol yang tak berwarna. Dewasa ini diperkirakan telah berhasil diisolasi sekitar 3.000 senyawa flavonoid.
Flavonoid dalam tumbuhan mempunyai empat fungsi : 1) Sebagai pigmen warna, 2) Fungsi fislologi dan patologi, 3) Aktivitas farmakologi, dan, 4) Flavonoid dalam makanan. Aktivitas farmakologi dianggap berasal dari rutin (glikosa flavonol) yang digunakan untuk menguatkan susunan kapiler, emnurunkan permeabilitas dan fragilitas pembuluh darah, dalam Gabor, et al menyatakan bahwa flavonoid dapat digunakan sebagai obat karena mempunyai bermacam-macam bioktivitas seperti antiinflamasi, antikanker, antifertilitas, antiviral, antidiabetes, antidepresant, diuretik dan lain-lain.
Senyawa terpen pada awalnya merupakan suatu golongan senyawa yang hanya terdiri dari atom C dan H, dengan perbandingan 5 : 8 dengan rumus empiris C5H8 (unit isoprena), yang bergabung secara head to tall (kepala-ekor). Oleh sebab itu senyawa terpen lazim disebut isoprenoid Terpenoid sama halnya dengan senyawa terpen tetapi mengandung gugus fungsi lain seperti gugus hidroksil, aldehid dan ketin. Dewasa ini baik terpen maupun terpenold dikelompokkan sebagai senyawa terpenold (isoprenois)
Contoh :
Berdasarkan jumlah unit isoprena yang dikandungnya, senyawa terpenoid dibagi atas : 1) Monoterpen (dua unit isoprena), 2) Seskiterpen (tiga unit isoprena), 3) Diterpena (empat unit isoprena), 4) Triterpena (enam unit isoprena), 5) Tetraterpena (delapan unit isoprena), dan 6) politerpena (banyak unit isoprena). Monotepen dan seskiler adalah komponen utama minyak esensial (minyak atsiri) yang dapat diperoleh dengan diperoleh dengan penyulingan. Vitamin A adalah suatu diterpenold, skualen tergolong triterpenoid yang dijumpai dalam mu=inyak hati ikan, karoten karoten pigmen dan kuning tergolong tetraterpen, lateks (karet alam) adalah politerpen.
Steroid adalah suatu kelompok senyawa yang mempunyai kerangka dasar siklopentanaperhidrofenantrena, mempunyai empat cincin terpadu. Senyawa-senyawa ini mempunyai efek fisiologis tertentu.
Beberapa steroid penting adalah kolesterol, yaitu sterroid hewani yang terdapat paling meluas dan dijumpai pada hampir semua jaringan hewan. Batu kandung kemih dan kuning telur merupakan sumber yang kaya akan senyawa ini. Hormon-homon seks yang dihasilkan terutama dalam testes dan indung telur adalah suatu steroid. Dan hormon kehamilan progestin.
Saponin merupakan senyawa glikosida kompleks yaitu senyawa hasil kondensasi suatu gula dengan suatu senyawa hidroksil organik yang apabila dihidrolisis akan menghasilkan gula (glikon) dan non-gula (aglikon). Saponin ini terdiri dari dua kelompok : saponin triteroenoid dan saponin sterroid. Saponin ini terdiri dari dua kelompok: sapoin triterpenoid dan saponin steroid. Saponin banyak digunakan dalam kehidupan manusia, salah satunya terdapat dapat lerak yang dapat digunakan untuk bahan pencuci kain (batik) dan sebagai shampoo. Saponin dapat diperoleh dari tumbuhan melalui metoda ekstraksi.

Saturday, December 19, 2009

Detox in 7 days

When you simplify your diet for a week, something amazing happens. If you eat only wholesome
foods and give your body a break from refined flour, sugar, and caffeine, your body sheds up to 10 pounds of excess water weight and your energy soars. You improve your digestion, stop feeling bloated and congested, and decrease your risk of disease. Detoxing, as this process is known, can also improve your eating habits. These new habits help you keep the bloat off and lose more weight.

Detox diets are a time-honored practice of limiting yourself to certain foods for a short period of time. Some detox diets are so strict that you only drink juices, but ours involves a more varied diet of vegetables, fruits, and whole grains. This practice is healthy and safe for most people, say holistically minded doctors like Elson M. Haas, M.D., director of the Preventive Medical Center of Marin in San Rafael, Calif., and author of The Detox Diet (Celestial Arts, 1996) and The False Fat Diet (Ballantine, 2000). Haas says he's helped more than 10,000 people detox in his 30-year medical practice, and he personally detoxes three times a year.

We asked Haas to create the following seven-day detox plan. It gives you step-by-step instructions on what to do and tells you how to continue to lose weight after the detox is over. Don't follow this plan if you have a chronic disease like cancer or heart disease or are pregnant or nursing. The plan is also not recommended for children or teens.

What to Eat

FOLLOW THIS MEAL PLAN DAILY DURING your detox week. Sit down for each meal and eat slowly, chewing every bite thoroughly. Chewing this way helps you feel full on fewer calories, and taking the time to sit down will keep you from feeling deprived.
To achieve evenly cooked vegetables, add them to the pot according to their approximate steaming times. For example, starchy vegetables like beets, potatoes, and sweet potatoes take about 15 minutes when cut into 1- to 2-inch cubes. Chopped into bite-size pieces, bell peppers, broccoli, leeks, greens like collards, and the stems from chard and collards take about 5 minutes. And spinach, scallions, and the leafy parts of chard take just 1 to 2 minutes.

You can season your vegetables with a teaspoon of the oil and butter mix, olive oil alone, or flaxseed oil, as well as small amounts of raw garlic, salt, garlic salt, vegetable salt, and fresh herbs like basil, mint, or oregano.

For variety, eat raw vegetables like lettuce greens, sliced carrots, and bell peppers, dressed with a teaspoon of olive oil and the juice of half a lemon, at two or three meals this week.

AFTERNOON SNACK: At 3 p.m., reheat 1 to 2 cups of vegetable water left from steaming, season it with a dash of salt, and drink it. Follow with 500 to 1,000 mg of buffered vitamin C.

DINNER: Between 6 and 7 p.m., eat another meal of steamed vegetables. Steam up to 4 cups of raw vegetables, and flavor them with the seasonings suggested for lunch. Save the water from steaming to drink the next morning. The early mealtime gives your body a chance to digest dinner before bedtime so it can concentrate on detoxifying overnight. After dinner, do not eat again until morning. Instead, sip noncaffeinated teas like chamomile (Matricaria recutita) or peppermint (Mentha piperita).

Adopt These Detox Habits
USE A LOOFAH. During your showers or baths this week, gently scrub your skin with a wet loofah, a natural sponge available at drugstores and natural food stores. A loofah aids your detox by stimulating circulation and sloughing off dead cells and other waste that collects on your skin.

TRY A NETI POT. If you feel congested during your detox week, rinse your nose and sinuses with saltwater with the help of a neti pot. This teapotlike device is sold at most natural food stores. Instructions in the box describe how to do it. Use the neti pot up to three times daily.

SIT IN A SAUNA OR STEAM ROOM. If you have access to a sauna or steam room, use it for two 20-minute sessions this week to help your body sweat out waste. If you don't have access to a sauna, stand in a hot, steamy shower for 5 to 10 minutes at least twice this week.

TAKE A BREAK FROM NEWS. To limit toxic thoughts, which can undermine your health, observe a news fast for three to seven days this week. Make an effort to avoid news or other emotionally disturbing information from the Internet, magazines, movies, newspapers, the radio, or television. Use the free time to relax and enjoy self-nurturing activities like listening to music or reading a book.

How to Deal with Symptoms

ALTHOUGH YOU'LL FEEL LESS BLOATED AND more energetic by the end of your detox, it's normal to experience some unpleasant symptoms early in the week--including fatigue, headaches, hunger, irritability, and nausea--as your body sheds waste and withdraws from substances you may be addicted to, like caffeine or sugar. These symptoms are usually worst during the first two days. Here's how to cope.
NAUSEA: Drink peppermint or ginger tea (Zingiber officinale), two stomach soothers. Pour 1 cup of boiling water over 1 tea bag or 1 teaspoon of dried herb. Cover, steep for 10 minutes, strain, and drink up to three cups a day.

How to Lose More Weight

ONE OF THE BENEFITS OF A DETOX DIET IS that it forces you to break your usual routine to try healthier habits. Here's how to build on those good habits, prevent future bloating, and lose more weight.

GO BACK GRADUALLY. Returning immediately to your old diet, as tempting as it may be, can cause you to regain weight. You'll also miss out on the chance to spot foods that cause symptoms like bloating, congestion, or fuzzy thinking, Haas says. Start by adding back one new food each day, beginning with foods that are less likely to cause those reactions, like beans, fish, and grains other than wheat, before you move on to dairy, sugar, and wheat, which are often problematic. After you reintroduce a food, note how you feel 15 to 20 minutes later, three to four hours later, and when you wake up the next day. If a food causes symptoms, consider eliminating it from your diet. Even if it doesn't cause symptoms, you may want to eat less of it because it's likely to contain more calories than fruits and vegetables.

STAY ACQUAINTED WITH VEGGIES. Keep your refrigerator stocked with the vegetables you enjoyed while detoxing, as well as vegetable snacks (like bell pepper strips or grape tomatoes). They have plenty of fiber, few calories, and, unlike processed foods like crackers, won't induce bloating or add pounds.

MAINTAIN PETITE PORTIONS. At every meal, put one-third less food on your plate than usual and chew each bite thoroughly. As you learned from eating your low-calorie detox meals, eating slowly helps you feel satisfied with less.