Showing posts with label kompetensi perawat. Show all posts
Showing posts with label kompetensi perawat. Show all posts

Friday, December 12, 2014

MERAWAT KLIEN HALUSINASI



PENGERTIAN

Halusinasi adalah hilangnya kemampuan manusia dalam membedakan rangsangan internal (pikiran) dan rangsangan eksternal (dunia luar). Klien memberi persepsi atau pendapat tentang lingkungan tanpa ada obyek atau rangsangan yang nyata. Misalnya klien mengatakan mendengar suara padahal tidak ada orang yang berbicara.





PROSES TERJADINYA HALUSINASI 

Halusinasi berkembang melalui empat fase yaitu :
1.     Fase Pertama
Klien mengalami stress, cemas, perasaan perpisahan, kesepian yang meuncak dan tidak dapat diselesaikan. Klien mulai melamun dan memikirkan hal-hal yang menyenangkan, cara ini hanya menolong sementara.
2.     Fase Kedua
Kecemasan meningkat, melamun dan berfikir sendiri jadi dominan. Mulai dirasakan ada bisikan yang tidak jelas. Klien tidak ingin orang lain tahu, dan ia tetap dapat mengontrolnya.

3.     Fase Ketiga
Bisikan, suara, isi halusinasi semakin menonjol, menguasai dan mengontrol klien. Klien menjadi terbiasa dan tidak berdaya terhadap halusinasinya.

4.     Fase Keempat.
Halusinasinya berubah menjadi mengancam, memerintah dan memarahi klien. Klien menjadi takut, tidak berdaya, hilang kontrol dan tidak dapat berhubungan secara nyata dengan orang lain dilingkungan.

TANDA-TANDA HALUSINASI:
Menarik diri, tersenyum sendiri, duduk terpaku, bicara sendiri, memandang satu arah, menyerang, tiba-tiba marah, gelisah.

JENIS HALUSINASI

1.     Halusinasi dengar.
Mendengar suara membicarakan, mengejek, mentertawakan, mengancam tetapi tidak ada sumber disekitar.

2.     Halusinasi lihat.
Melihat pemandangan, orang, binatang atau sesuatu yang tidak ada tetapiu klien yakin ada.

3.     Halusinasi penciuman.
Mengatakan mencium bau bunga, kemenyan dan lain-lain yang tidak dirasakan oleh orang lain dan tidak ada sumber.

4.     Halusinasi Kecap.
Merasa mengecap sesuatu rasa dimulut, tetapi tidak ada.

5.     Halusinasi Raba.
Merasa ada binatang merayap pada kulit tetapi tidak ada



PERAN SERTA KELUARGA DALAM MERAWAT HALUSINASI:

1.     Bantu Mengenal Halusinasi.
-         Bina saling percaya.
-         Diskusikan kapan muncul situasi yang menyebabkan (jika sendiri), isi dan frekwensi.

2.     Meningkatkan Kontak Dengan Realita.
-         Bicara tentang topik yang nyata tidak mengikuti halusinasi.
-         Bicara dengan klien secara sering dan singkat.
-         Buat jadwal kegiatan sehari-hari untuk menghindari kesendirian.
-         Ajak bicara jika tampak klien sedang berhalusinasi.
-         Diskusikan hasil observasi anda.



 





3.     Bantu Menurunkan Kecemasan dan Ketakutan.
-         Temani, cegah isolasi dan menarik diri.
-         Terima halusinasi klien tanpa mendukung dan menyalahkan. Misalnya: “Saya percaya anda mendengar tetapi saya sendiri tidak dengar”.
-         Beri kesempatan untuk mengungkapkan.
-         Tetap hangat, empati, kalem dan lemah lembut.

4.     Mencegah Klien Melukai Diri Sendiri dan Orang Lain.
-         Lakukan perlindungan.
-         Kontak yang sering secara personal.

5.     Tingkatkan Harga diri.
-         Identifikasi kemampuan klien dan beri kegiatan yang sesuai.
-         Beri kesempatan sukses dan beri pujian atas kesuksesan klien.
Dorong berespon pada situasi nyata.

Sunday, February 02, 2014

Kompetensi Perawat di Indonesia

oleh : I.P Dewi
Standar kompetensi perawat merefleksikan atas kompetensi yang diharapkan dimiliki oleh individu yang akan bekerja di bidang pelayanan keperawatan. Menghadapi era globalisasi, standar tersebut
harus ekuivalen dengan standar - standar yang berlaku pada sektor industri kesehatan di negara lain serta dapat berlaku secara internasional. Standar kompetensi disusun dengan tujuan:
1)      Bagi lembaga pendidikan dan pelatihan keperawatan;
Memberikan informasi dan acuan pengembangan program dan kurikulum pendidikan keperawatan.
Memberikan informasi dan acuan pengembangan program dan kurikulum pelatihan keperawatan.
2)      Bagi dunia usaha/industri kesehatan dan pengguna, sebagai acuan dalam: - Penetapan uraian tugas bagi tenaga keperawatan.
Rekruitmen tenaga perawat.
Penilaian unjuk kerja
Pengembangan program pelatihan yang spesifik
3)      Bagi institusi penyelenggara pengujian dan sertifikasi perawat ;
       acuan dalam merumuskan paket-paket program sertifikasi sesuai dengan kualifikasi dan jenis.

Kompetensi perawat dikelompokkan menjadi 3 ranah utama yaitu;

1)        Praktik Professional, etis, legal dan peka budaya
(1)   Bertanggung gugat terhadap praktik profesional
(2)   Melaksanakan praktik keperawatan ( SECARA ETIS DAN PEKA BUDAYA)
(3)   Melaksanakan praktik secara legal
2)        Pemberian asuhan dan manajemen asuhan keperawatan.
(1)   Menerapkan prinsip-prinsip pokok dalam pemberian dan manajemen asuhan keperawatan
(2)   Melaksanakan upaya promosi kesehatan dalam pelayanan keperawatan
(3)   Melakukan pengkajian keperawatan
(4) Menyusun rencana keperawatan
(5)   Melaksanakan tindakan keperawatan sesuai rencana
(6)   Mengevaluasi asuhan tindakan keperawatan
(7)   Menggunakan komunikasi terapeutik dan hubungan interpersonal dalam pemberian pelayanan
(8)   Menciptakan dan mempertahankan lingkungan yang aman
(9)   Menggunakan hubungan interprofesional dalam pelayanan keperawatan/ pelayanan kesehatan
(10)    Menggunakan delegasi dan supervisi dalam pelayanan asuhan keperawatan
3)        Pengembangan professional
(1)   Melaksanakan peningkatan professional dalam praktik keperawatan
(2)   Melaksanakan peningkatan mutu pelayanan keperawatan dan asuhan keperawatan
(3)   Mengikuti pendidikan berkelanjutan sebagai wujud tanggung jawab profesi